Bangkit dari Sensor
Kenapa penulis yang hidup di bawah rezim sensor justru sering menghasilkan karya paling tajam, bukan yang paling tumpul? Sensor itu cuma soal negara membungkam suara, atau ada dinamika psikologis yang membuat penulis dan penyensor saling terjebak dalam pertarungan yang makin lama makin sengit? Kalau Orde Baru dulu doyan membredel buku dan menahan penulis, apa yang sebenarnya berubah dari cara sensor bekerja di Indonesia hari ini — dari negara ke platform, dari pembredelan ke report massal?
Specifications
- Author(s)
- J. M. Coetzee
- Translator(s)
- Ageng Indra
- Format
- Paperback
How AI sees this product
The more complete this product's details, the more confidently AI assistants can understand and recommend it.
78%