TRADISI TAFSIR PESANTREN Sejarah, Teks dan Dinamika Tafsir Al-Qur’an Abad 18 Hingga 21

TRADISI TAFSIR PESANTREN Sejarah, Teks dan Dinamika Tafsir Al-Qur’an Abad 18 Hingga 21

0.00 USD In stock Buy at Merchant

Buku ini membahas tradisi tafsir yang telah melahirkan sejumlah mufassir terkemuka di lingkungan pesantren Indonesia melalui sebuah jejaring keilmuan yang dikenal sebagai jaringan pesantren Sarang. Dari tradisi ini lahir tokoh-tokoh penting seperti K.H. Bisri Mustofa, Kiai Abil Fadhol as-Senory, K.H. Misbach Mustofa, K.H. Ahmad Hamid Wijaya, K.H. Maimoen Zubair, hingga generasi yang lebih muda seperti Gus Baha’, Dr. Abdul Ghofur Maimoen, dan Ismail al-Ascholy. Melalui penelusuran sejarah intelektualnya dalam rentang waktu yang panjang, buku ini mengkaji akar-akar kemunculan tradisi tersebut, menelusuri jaringan teks-teks tafsir yang menjadi fondasinya, serta menunjukkan bagaimana karya-karya klasik seperti Tafsīr al-Jalālayn, Anwār al-Tanzīl, Marāḥ Labīd, dan Tafsīr Ibn Kathīr diwariskan dan diajarkan dari generasi ke generasi. Lebih dari sekadar kisah pelestarian warisan keilmuan, buku ini memperlihatkan bagaimana tradisi tafsir pesantren terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Dari pengajian tafsir lisan di ruang-ruang pesantren, penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah, penulisan karya-karya tafsir, hingga berkembangnya studi Al-Qur’an di perguruan tinggi Islam, tradisi ini senantiasa menemukan bentuk-bentuk baru untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Dengan demikian, buku ini menawarkan gambaran tentang bagaimana pesantren tidak hanya menjaga kesinambungan tradisi tafsir Islam, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang memungkinkan pembaruan, perluasan audiens, dan pengembangan pemahaman Al-Qur’an di Indonesia modern.

How AI sees this product

The more complete this product's details, the more confidently AI assistants can understand and recommend it.

66%