Nakhoda di Tengah Badai: Strategi Ketahanan Fiskal-Moneter Indonesia Menghadapi Geopolitik Global
Nakhoda di Tengah Badai: Strategi Ketahanan Fiskal-Moneter Indonesia Menghadapi Geopolitik Global Mengelola ekonomi makro sebuah negara berkembang di era kontemporer laksana menakhodai kapal tanker di atas lempeng tektonik geopolitik yang terus bergeser. Ketika lempeng-lempeng kekuatan besar dunia siber dan geoekonomi ini saling bergesekan, getaran seismiknya seketika memicu tsunami inflasi, pelarian modal (capital outflow), dan disrupsi pasokan fisik di pasar-pasar tradisional Indonesia. Buku Nakhoda di Tengah Badai: Strategi Ketahanan Fiskal-Moneter Indonesia Menghadapi Geopolitik Global merupakan sebuah manifesto perlawanan konseptual yang secara radikal mendekonstruksi delusi kuantitatif neoklasik universal penguasa. Di tengah perayaan naif atas angka pertumbuhan ekonomi agregat lima persen (5%), buku ini membongkar retakan epistemologis yang kaku: menyusutnya populasi jangkar kelas menengah domestik hingga menyentuh titik nadir 15,20%, angka ICOR yang kaku tidak efisien di level 6,2–6,5, serta ancaman dinding utang (debt wall) jatuh tempo sejarah tertinggi sebesar Rp833,96 triliun yang tersentralisasi di hulu fiskal. Melalui pisau analisis ekonomi politik internasional yang telanjang, buku ini menguliti mutasi struktural demokrasi ekonomi Pancasila menjadi kapitalisme negara kroni (crony state capitalism). Penulis membongkar secara berani bagaimana tipu muslihat hukum sapu jagat omnibus law dan pemberian tax holiday ugal-ugalan de facto melegalisasi praktik neo-extractivism hilirisasi enklave asing poros Timur berskema transfer pricing yang opak. Di saat yang sama, lubang anggaran justru ditambal secara koersif melalui pengenaan pajak regresif PPN 12% dan penundaan transfer daerah (DAU/DAK) demi membiayai proyek konsumtif pusat seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), membiarkan soko guru ekonomi rakyat hancur dan kelaparan modal (capital starvation). Sebagai resolusi akhir yang emansipatif, monograf magnum opus ini menawarkan “manifesto pemulihan fiskal-moneter nasional” yang berakar pada khitah murni Pasal 33 UUD 1945. Mulai dari pemotongan sirkuit dolar melalui integrasi Wholesale CBDC Rupiah Digital (Proyek Garuda) ke dalam jaringan mBridge regional, pelembagaan dana abadi komoditas berdaulat (sovereign commodity wealth fund), hingga penguatan public digital hubs swadaya daerah tapak. Buku ini adalah kompas navigasi strategis wajib bagi arsitek kebijakan, akademisi, dan pejuang keadilan sosial yang menolak kepasrahan struktural demi tegaknya kedaulatan ekonomi Republik Indonesia yang merdeka berdaulat seutuhnya dari hulu hingga ke hilir.
Specifications
- Penulis
- Dr. Abdul Haris, M.Si.
- Jenis Kertas
- Bookpaper 57 gram
- Jumlah Halaman
- xi + 374 halaman
How AI sees this product
The more complete this product's details, the more confidently AI assistants can understand and recommend it.